Hormati Orang Tua

“Hormatilah ayahmu dan ibumu–ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini. Efesus 6:2

Ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anak, menantu,  dan cucunya yang berusia 6 tahun. Tangan orang tua itu   sangat rapuh dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya pun   buram sehingga  sulit  berjalan. Keluarga tersebut biasa makan bersama di ruang utama.

Kehadiran sang kakek di meja makan dianggap  sebagai pengacau. Suasana makan menjadi terganggu karena tangannya yang sulit dikendalikan.  Tangannya  yang bergetar dan matanya yang  rabun membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh saat ia meraih gelas susu. Sering  susu yang bersusah payah digapainya  tumpah membasahi taplak meja.

Anak dan menantunya sangat gusar. “Kita harus berbuat sesuatu,” ujar sang suami.  Saya   bosan membereskan segala sesuatu untuk, Pak Tua ini.

Lalu kedua suami istri tersebut membuatkan sebuah meja kayu dan meletakkannya

Di salah satu   sudut ruangan. Di situ   sang kakek  duduk makan sendirian. Karena sering memecahkan  piring dan gelas, pasangan suami istri ini  menyediakan   mangkuk kayu sebagai alat minum  sang kakek.

Sering saat keluarga itu sibuk menikmati   makan malam, terdengar isak tangis

dari sudut ruangan. Ada air mata mengalir dari gurat keriput sang kakek. Namun kalimat  yang sering diucapkan pasangan suami istri itu   adalah omelan dan kecaman agar sang kakek jangan menjatuhkan makanan lagi.

Anak pasangan itu    yang berusia 6 tahun hanya mampu menatap dalam   diam. Ia tidak mengerti apa sebenarnya yang terjadi di antara orang tua dan kakeknya.

Suatu malam, sang ayah memperhatikan anaknya yamg sedang bermain dengan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu: “Nak,  sedang  apa?”

Dengan polos si  anak menjawab : “Aku sedang membuat meja dan mangkuk kayu untuk ayah dan ibu. Jika aku sudah besar kelak, akan aku letakkan di sudut dekat meja tempat kakek makan sekarang.”

 Anak itu tersenyum dan kembali larut bersama mainan kayunya.

Namun tanpa disadari, jawaban polos anak itu telah membuat suami istri itu terpukul.  Bagai petir di siang bolong, bibir pasangan suami istri itu langsung terkatup rapat. Mereka tak mampu lagi berkata-kata. Hanya diam dan airmata yang tanpa disadari menetes  di pipi.

Dalam diam,  kedua orang ini memahami secara mendalam bahwa  ada  hal penting  yang harus  mereka perbaiki. Mereka harus bertindak.

Malam itu juga pasangan ini menuntun sang kakek ke meja makan untuk makan malam bersama.

Sejak saat itu, tidak terdengar lagi   omelan dan umpatan disaat gelas dan piring jatuh, atau  makanan tumpah di meja.

 Ingat, jangan pernah melupakan kebaikan orang tua kita !

Selama kita bisa melakukannya dan selama kita masih diberikan Tuhan kesempatan untuk melakukannya ! Berikan yang terbaik kepada orang tua kita selama mereka masih ada dan selama masih ada kesempatan!

Menyesali perbuatan kita disaat mereka sudah tiada adalah kesia-siaan.

Siap sedialah disaat mereka masih ada dan memerlukan bantuan kita!

Maka marilah kita selalu memberi teladan yang baik untuk anak-anak dan orang-orang di sekitar kita.  Itu adalah tabungan masa depan kita.

“Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.” (Ulangan  5:16)

Bersyukur jika keberadaan orang tua kita sehat walafiat. Jika kondisinya lemah,   rawatlah  mereka dengan lemah lembut,   kasih sayang, dan setulus hati.

Bagi suami/Istri,  jangan lupa berlaku bijak kepada mertua.

Tuhan Memberkati kita!  Amin.

Posted in Cerita Inspiratif | Leave a comment

Kerendahan Hati

“Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: ‘Yesus Kristus adalah Tuhan,’ bagi kemuliaan Allah, Bapa!” (Filipi 2:8-11)

Ayat di atas menunjukkan kepada kita bagaimana kerendahan hati mendahului kehormatan.

Supaya perkenanan dan rencana Tuhan dapat bekerja dalam hidup kita, syarat utamanya adalah kita harus berjalan dalam kerendahan hati. Hal ini menjadi persyaratan mutlak bagi kita untuk lulus ujian kerendahan hati. Kesaksian dalam Alkitab menunjukkan bahwa karena Yesus merendahkan diri-Nya, Allah sangat meninggikan Dia. Pada saat itu, tidak ada setan di neraka bisa melakukan apapun untuk mencegahnya.

Ketika Tuhan mempromosikan Anda, tidak ada orang, tidak ada setan, dan tidak ada sistem apapun yang dapat menghambat Anda. Kuasa Tuhan yang mempromosikan itu tidak dapat ditolak. Tidak bisa dipungkiri, dan tak terkalahkan.

Tetapi sikap yang rendah hati harus ada terlebih dahulu. Sering dikatakan bahwa tidak ada seorangpun berdiri lebih tinggi daripada saat dia berlutut di hadapan Allah. Mari kita merendahkan hati dan taat kepada Tuhan dalam setiap area kehidupan kita.

Jika kita merendahkan diri kita di hadapanNya, Allah akan mengangkat kita. Pekerjaan Tuhan adalah untuk mempromosikan kita, dan tugas kita adalah untuk memiliki sikap yang rendah hati di hadapan-Nya. Promosi adalah bagian Tuhan dan pekerjaan Tuhan bagi orang-orang percaya.

Sikap yang rendah hati membuka jalan bagi promosi dari Tuhan dalam hidup kita. (*
Disadur dari cerita kristen

Posted in Cerita Inspiratif | Tagged | Leave a comment

Selalu Ada Harapan

Suatu hari seorang ayah menyuruh anak-anaknya ke hutan  untuk melihat sebuah pohon pir di waktu yang berbeda.

Anak pertama disuruhnya pergi pada musim DINGIN,

Anak ke 2 pada musim SEMI,

Anak ke 3 pada musim PANAS,

dan yang ke 4 pada musim GUGUR.

Anak 1: pohon pir itu tampak sangat jelek dan batangnya bengkok.

Anak 2: pohon itu dipenuhi kuncup-kuncup hijau yang menjanjikan.

Anak 3: pohon itu dipenuhi dengan bunga-bunga yang menebarkan bau  harum.

Anak 4: ia tidak setuju dengan saudaranya, ia berkata bahwa pohon itu penuh dengan buah yang matang dan ranum.

Kemudian sang ayah berkata,  apa yang  kalian katakan semuanya benar. Hanya saja kalian melihat pohon itu pada  waktu yang berbeda.

Ayahnya berpesan: “Mulai sekarang jangan pernah menilai kehidupan hanya berdasarkan satu masa yang sulit.”

Ketika kamu sedang mengalami masa-masa sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan, jangan cepat menyalahkan diri dan orang lain bahkan berkata bahwa kamu tidak mampu, bodoh, dan bernasib sial…

Ingatlah, kamu berharga di mata TUHAN, tidak ada istilah “nasib sial” bagi orang percaya!

Kerjakan yang menjadi bagianmu dan percayalah TUHAN akan mengerjakan bagian-Nya…

Jika kamu tidak bersabar ketika berada di musim dingin, maka kamu akan kehilangan musim semi dan musim panas yang menjanjikan harapan, dan kamu tidak akan menuai hasil di musim gugur.

“Kegelapan malam tidak seterusnya bertahan, esok akan datang fajar yang mengusir kegelapan.”

Bersama Tuhan selalu ada pengharapan yang baru.(* disadur dari cerita kristen online

Posted in Cerita Inspiratif | Tagged | Leave a comment

Kisah Segelas Susu

Suatu hari, seorang pemuda miskin, yang sehari-harinya menjual barang dari pintu ke pintu untuk membiayai sekolahnya, menemukan dirinya hanya memiliki uang sepeser dan dia kelaparan.

Ia akhirnya memutuskan untuk meminta makan di sebuah rumah. Ia kehilangan keberaniannya ketika seorang perempuan muda berparas cantik membuka pintu rumah.

Alih-alih meminta makan, pemuda itu hanya meminta segelas air putih. Perempuan itu langsung mengetahaui bahwa si pemuda terlihat kelaparan. Jadi ia membawakannya segelas besar susu. Pemuda itu meminumnya pelan-pelan, dan kemudian bertanya, “Berapa saya berutang kepada Anda?”

“Kamu tidak berutang apa-apa kepada saya,” jawab perempuan itu. “Ibu saya selalu mengingatkan kami untuk tidak pernah menerima bayaran atas kebaikan yang kami lakukan.”

Pemuda itu kemudian berkata.. “Kalau begitu, saya berterima kasih dari hati saya yang terdalam.”

Pemuda itu bernama Howard Kelly. Ia kemudian meninggalkan rumah itu bukan hanya dengan fisik yang lebih kuat, namun juga imannya kepada Tuhan dan orang lain. Sebelumnya, dia sudah ingin menyerah dan berhenti melangkah.

Bertahun-tahun kemudian, perempuan muda tadi menderita sejenis penyakit kritis. Dokter setempat tidak mampu menanganinya. Mereka kemudian mengirimnya ke kota besar dimana ada spesialis yang dapat menangani penyakitnya yang dideritanya.

Dr Howard Kelly dipanggil untuk memberikan konsultasi. Ketika dia mendengar nama kota asal wanita tersebut, sebuah cahaya aneh memenuhi matanya. Dengan cepat ia bangun dan turun ke aula rumah sakit menuju kamar sang pasien.

Dr Howard Kelly dengan mengenakan seragam dokternya langsung mengunjungi perempuan itu. Tanpa ragu-ragu Dr Kelly langsung mengenali perempuan itu. Ia kemudian, kembali ke ruang konsultasinya dan memutuskan untuk melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan nyawa sang pasien.

Sejak hari itu Dr Howard Kelly memberikan perhatian khusus kepada kasus perempuan tersebut.

Setelah berjuangan selama beberapa waktu lamanya, akhirnya pertempuran dimenangkan.

Dr. Kelly kemudian meminta bagian administrasi untuk menagihkan biaya pengobatan perempuan tersebut kepadanya. Ia mengambil lembaran tagihan tersebut dan menuliskan sesuatu di atasnya.

Selanjutnya, tagihan itu dikirim ke ruangan pasien. Perempuan itu sangat takut untuk membuka amplop berisi lembaran tagihan. Ia yakin nilai yang harus dibayarkan sangat besar. Bahkan, ia membutuhkan seluruh sisa hidupnya untuk membayar biaya pengobatan itu.

Akhirnya, dengan segenap tenaga yang dimiliki dia membuka amplop tagihan itu, dan sesuatu menarik perhatiannya di sisi tagihan itu. Dia membaca kalimat ini…

“Dibayar lunas dengan segelas susu.” – tanda tangan – Dr. Howard Kelly.

Air mata sukacita mengalir di wajah wanita tersebut, dengan bahagia dia berdoa: “Terima kasih Tuhan, karena cinta-Mu telah menyebar melalui hati dan tangan manusia.”

Setiap kemurahan hati yang kita tabur, pasti akan kita tuai. Mungkin tidak selalu seperti kisah di atas, kita tidak selalu menerima timbal balik dari orang yang kita tolong, namun percayalah bahwa Tuhan memiliki banyak cara untuk menunjukkan kemurahan hati-Nya kepada Anda.*

Posted in Cerita Inspiratif | Tagged | Leave a comment